Ad Code

Warga Sungai Melintang Menunggu Kebijakan Bupati Ma. Jambi


Jambi, Kamikabari.com - Air adalah sumber kehidupan, tanpa air jelas mahluk hidup dimuka bumi ini tidak akan mampu bertahan. Maka, sepatutnya manusia menjaga kelestarian alam. 

Alam tanpa air akan punah, kebutuhan air adalah aspek tertinggi dalam kehidupan.

Bagaimana jadinya jika air tercemar, seperti limbah berbahaya yang mengancam ekosistem dan kelestarian alam. Bahkan, terancamnya kehidupan manusia seperti di Sungai Melintang.

Sungai Melintang yang melintasi beberapa desa di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi disinyalir sejak belasan tahun silam tercemar oleh limbah berbahaya yang bersumber dari pabrik sawit.

Kasus pencemaran limbah di Sungai Melintang, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan saat ini trus bergulir. PT Bukit Bintang Sawit (PT BBS) diduga menjadi penyebab pencemaran.

Congkaknya, PT BBS ogah dituding jadi penyebab pelaku pencemaran, kesalahannya ia lempar ke pembuang akhir (TPA) milik Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.

Kendati demikian, Masnah Busyro Bupati Muaro Jambi pun ogah menanggapi tudingan dari PT BBS, jelas-jelas PT BBS sudah mempermalukan dengan tudingannya.

Warga begitu berharap ketegasan Masnah Busyro. Namun, harus kembali menelan air ludah dalam-dalam karena hingga saat ini sang bupati tak bergeming dengan derita warga meski dituding oleh PT BBS.

Terbaru, DPRD Muaro Jambi memberikan pernyataan mengejutkan. Terang-terangan Komisi III di DPRD Muaro Jambi menegaskan bahwa pencemaran sungai melintang PT BBS adalah aktor utamanya.

Pernyataan itu, menurut Usman Khalik selaku Ketua Komisi III DPRD Muaro Jambi diperkuat dari hasil penelusuran tim DLH Kabupaten Muaro Jambi dan hasil uji laboratorium beberapa pekan terakhir. Disitu ditemui kadar air lebih dari ambang batas, kemudian dihulu sungai dalam kondisi normal.

Usman pun tegas akan menyurati Bupati agar mengevaluasi, jika perlu izin PT BBS segera dicabut karena terbukti sebagai pelaku pencemaran. Namun, sepekan penyataan itu belum ada gemingnya, apakah ini hanya panggungnya saja? Entahlah.

Terkait itu pun, sang Bupati beberapa kali dimintai tanggapannya via WhatsApp pribadinya tak menanggapinya. Padahal masyarakat menanti ketegasannya.

Tidak hanya itu, Forum Jurnalis Jambi (FJJ) sebelumnya sudah melayangkan surat resmi ke Bupati Muaro Jambi terkait dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT BBS.

Tidak hanya itu, surat juga dikirim ke Polres Muaro Jambi, DPRD Muaro Jambi, DLH Muaro Jambi dengan tembusan Presiden RI, Polri dan Menteri LHK serta Polda Jambi.

Penulis: Budi Harto

Posting Komentar

0 Komentar